Pengunjung sedang Online

Pakem Penulisan Artikel Terbit di Surat Kabar

penulis lepasDalam menulis artikel, tidak ada pakem tertentu untuk memulainya, antara penulis yang satu dengan yang lainnya berbeda beda, tergantung dari kebiasaannya dan menurut mimin hal itu sah sah saja, karena itu semua adalah cara, yang penting adalah tujuannya, yakni menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Dalam hal ini, artikel yang dimaksud adalah artikel pada umumnya, terutama artikel pendek yang kurang lebih 1000 kata, seperti contoh teologi kekeringan.

Meskipun bebas dalam menggunakan berbagai cara, manun pada umumnya menurut pengamatan admin penulislepas.net ada beberapa pakem penulisan artikel terbit di surat kabar secara umum yang harus diperhatikan, antara lain yang berkaitan dengan tema, sistematika, pendekatan dan argumen, data dan kesimpulan yang dibuatnya, dengan dukungan narasi dan diksi yang tepat.

Penulis harus menentukan tema yang spesifik, karena ‘ruh’ kualitas tulisan tergantung dari temanya itu sendiri, semakin spesifik pilihan temanya, maka semakin menarik pula isinya, semakin menarik isinya maka semakin senang tinggi pula minat pembacanya. Dari ide pokok yang ‘ditemakan’ itulah tulisan berawal dan berakhir. Bila sudah dapat tema menarik maka harus dipagari dengan fokus pembahasan dan alur sistematika penulisannya.

Arah pokok pikiran tulisan harus jelas dan tidak bercabang cabang, fokuskan pada satu pikiran yang berkaitan dengan tema, karena itu butuh metodologi dan pendekatan yang digunakan dalam mengupas sebuah tema. Jika anda membuat dengan banyak pendekatan, maka diperlukan ketajaman dalam mengatur alur dan paragraf, namun tulisan yang paling baik adalah menggunakan pendekatan yang sesuai dengan keilmuan terkait, misalnya bila temanya tentang agama maka pendekatan yang terbaik adalah dengan pendekatan teologis, bahasa atau sosial, walaupun tidak menutup kemungkinan bisa didekati dengan pendekatan antropologi, atau kesenian. Dikhawatirkan akan terjadi perbedaan arah dengan tema yang sedang diperbincangkan. Sekali lagi, bukan tidak boleh, melainkan pilihlah pendekatan yang tepat dan sesuai dengan tujuan penulisan itu sendiri terkait dengan tema yang sedang dibahas.

Kembangkan tema yang sudah dibuat di atas dengan kerangka kerangka dasar, dalam penbuatan kerangka yang perlu diperhatikan adalah sistematikanya, paragraf mana yang harus di dahulukan dan diakhirkan agar tidak tejadi jungkir balik pembahasan. Dengan kerangka yang sistemati seorang pembaca akan mudah memahami argumen yang dituliskan, kesulitannya adalah bagaimama membuat skema sehingga sistematis, tapi bisa dipelajari dengan cara membuat kerangka satu kalimat saja dalam setiap paragrafnya, kemudian dikembangkan menjadi satu paragraf.

Sepanjang tulisan itu dibutuhkan untuk meyakinkan pembaca dan anda mampu serta menguasai maka tulislah, tetapi bila tidak maka tulisan anda hanya menjadi rangkaian kata yang tanpa maka. Oleh sebab itu dalam setiap tulisan atau bahkan setiap parafrafnya harus disuguhkan data valid untuk meyakinkan pembaca. Pemuatan paragraf bukan pada panjag dan pendeknya tulisan, malainkan bagaiman paragraf tersebut menyelesaikan sebuah masalah, karena sependek apapun asal sudah bisa mengurai masalah, maka sudah cukup.

Pastikan dalam menulis setiap paragrafnya adalah merupakan pokok pikiran yang tuntas, kesulitannya di sini adalah penyusunan narasi dan pilihan diksi yang seringkali tumpang tindih sehingga terkesan bertele tele dan menghabiskan waktu bagi pembaca terutama bagi penulisnya itu sendiri.
Buatlah diakhir tulisan dengan tulisan yang lugas, tegas dan jelas yang mencakup dari semua rangkaian tulisan diatas, dengan demikian seseorang bisa membuat kesimpuan dengan argumen argumen yang anda paparkan di atas, bila suatu saat dibutuhkan oleh orang lain untuk di jelaskan.
Tidak ada unsur enggurui sedikitpun, tapi anda bisa menlihat beberapa contoh tulisan yang pernah diterbitkan disebuah koran loka di sini